by

Berdakwah: Tidak Boleh Berlebihan

Kabar Damai | Sabtu, 16 Juli 2022

Jakarta I Kabardamai.id I  Habib Husein Ja’far Al Hadar menjelaskan bahwa dakwah menjadi sarana penyampaian pesan yang baik jika dilakukan dengan baik pula. Oleh karenanya, cara-cara baik harus senantiasa dilakukan agar memberikan dampak yang baik dengan baik pula.

Ia menambahkan, salah satu hal yang penting untuk dipelajari dan dipastikan moderasinya adalah dalam dakwah. Terkadang orang bersemangat dalam dakwah hingga berlebihan dan membuatnya berlebihan pula dalam bersikap sehingga terkesan memaksakan sesuatu yang dianggapnya benar kepada orang lain. Hal ini merupakan sesuatu yang harus dihindari dalam moderasi dakwah karena memaksakan ada memiliki larangan secara eksplisit dalam Alquran.

Oleh karenanya, salah satu prinsip dalam moderasi dakwah adalah tidak boleh dipaksakan. Ini juga dilakukan oleh nabi dahulu dalam berdakwah. Tidak boleh memaksakan agama kepada orang lain apalagi sampai pada tindak kekerasan baik dalam mengajak orang pada kebaikan atau melarang orang dalam melakukan keburukan.

Dakwah mengajak pada hidayah. Hidayah memiliki satu akar kata dengan hadiah yang artinya orang yang berdakwah harus seperti orang yang sedang memberikan hadiah kepada orang lain.

Dengan cara yang baik, senyum, dibungkus dengan kado yang indah dan lain sebagainya. Jangan sampai ada sikap yang tidak moderat dalam mengajak orang lain dalam berdakwah kepada kebaikan.

Baca Juga: Maarif Institute Mengajak NU dan Muhammadiyah Memperkuat Strategi Dakwah dari Tradisional ke Era Digital

Alquran juga menekankan, salah satu prinsip dakwah dalam Islam yang merupakan salah satu nilai-nilai moderasi  dakwah adalah bersikap lemah lembut.

Dalam prinsip moderasi dakwah yang tertera dalam Alquran dikatakan yang artinya ‘ajak orang kepada agama ini, kebaikan ini dengan kata-kata yang lembut,’. Bukan dari cara yang lembut bahkan bagian dari kata-katanya juga harus lembut. Ini bukan hanya ditujukan kepada Muhammad saja.

Pertama, dengan cara yang lemah lembut. Lalu, berdakwahlah dengan moderat secara bijaksana. Artinya, jangan bernafsu, jangan berlebihan, jangan tidak sabar pula. Dilakukan dengan bertahap dan tidak bernafsu serta penuh dengan kebijaksanaan sehingga semua yang mengikutinya juga kemudian senang pula.

Kedua, berdakwahlah dengan kegembiraan. Bukan dengan ketakutan. Jangan lagi keluar kata yang menakutkan, ancaman, teror, dan segala bentuk radikalisme dalam berdakwah. Penuh kegembiraan, pancing tawa dan tebarkan senyum lebih baik sebagaimana diperlihatkan oleh nabi dahulu.

Ketiga, persatukan jangan dicerai-beraikan. Ciri dakwah yang moderat adalah mempersatukan. Jangan buat umat menjadi fanatic kepada sesuatu.

Penulis: Rio Pratama

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed