by

Berbahasa dalam Kasih Kristus

Oleh: A.H. Yuniadi

Saudara-saudari yang terkasih, saat ini kita merayakan Hari Raya Pentakosta, momen penting dalam sejarah komunitas Umat Allah yang berziarah di dunia.

Injil hari ini mengisahkan Yesus yang menjanjikan kedatangan “Penolong yang lain” agar menyertai para rasul selama-lamanya dan mengutus “Penghibur” yang akan mengajarkan para rasul dan mengingatkan mereka akan perkataan Yesus. Saat itu para rasul sedang gelisah dan goyah, karena mengetahui bahwa Yesus akan pergi dan berjanji tidak akan meninggalkan murid-murid-Nya sendirian di dunia ini.

“Penolong yang lain” dan “Penghibur” yang Yesus janjikan adalah Roh Kudus untuk memberikan kekuatan dan keberanian kepada para rasul untuk mewartakan Kabar Sukacita di tengah masyarakat Yahudi. Yesus memberitahu para rasul bahwa bentuk kasih kepada-Nya adalah dengan menuruti firman-Nya. Roh Kudus yang akan mengingatkan para rasul akan firman Yesus, yaitu perintah untuk saling mengasihi

Pada Audiensi Umum 1 Juni 2022, Paus Fransiskus mengingatkan kita tentang orang-orang lanjut usia, kelompok masyarakat yang berpotensi mengalami pengabaian dan penyingkiran sebagai akibat “budaya membuang”. Tidak hanya itu, orang lanjut usia juga rentan mengalami penipuan dan intimidasi karena penurunan daya berpikir.

Entah disadari atau tidak, orang lanjut usia kerap diremehkan. Kita lupa bahwa mereka adalah generasi yang membawa kita pada sejarah kehidupan. Tidak sedikit kelompok masyarakat yang kita tinggalkan, tidak kita rangkul untuk menyongsong esok hari dengan harapan-harapan baru akan kehidupan.

Baca Juga: Pancasila, Moralitas Umat Buddha

Apakah kita peka pada situasi-situasi ini? Hiruk-pikuk pekerjaan, kebisingan kota, tempo kehidupan yang begitu cepat berlalu membuat kita lupa untuk duduk sejenak, memandang sekeliling dan mendengarkan panggilan Tuhan untuk menyalurkan kasih yang berlimpah ini kepada orang lain yang membutuhkan uluran tangan.

Seperti para rasul yang merasakan semangat dari Roh Kudus dalam diri mereka, apakah kita juga merasakan dorongan Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi Kristus dalam hidup sehari-hari? Tuhan tidak menuntut kita melakukan hal-hal yang besar. Mengasihi satu sama lain dapat dilakukan melalui banyak cara atau situasi.

Tindakan-tindakan kasih sederhana adalah hal yang berharga untuk kita lakukan sebagai saksi Kristus.

Saudara-saudari yang terkasih, para rasul mewartakan Kristus dalam berbagai bahasa, Tindakan konkret adalah bahasa kita sebagai orang Kristen yang hidup dalam “budaya membuang”. Marilah kita meningkatkan kepekaan terhadap rekan-rekan di sekitar kita yang membutuhkan sentuhan kasih Kristus melalui kehadiran kita sebagai saksi yang diutus untuk mewartakan Kristus di tengah dunia.

A.H. Yuniadi (Kasubdit Penyuluhan)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/berbahasa-dalam-kasih-kristus-v5ee1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed