by

Belajar Perdamaian dari Keindahan Alam dengan Interfaith Trekking Trips

Sore itu Jakarta terasa sangat syahdu dan teduh. Kami seolah merasakan ketenangan yang menyenangkan dalam hati ketika mempersiapkan diri untuk pergi mengikuti Interfaith Trekking Trips yang diadakan oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) esok hari pada tangga 20 Juni 2022.

Interfaith Trekking Trips ini bertujuan untuk mengokohkan persahabat dan perdamaian antar pemuda lintas iman. Bersama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan Pemuda Lintas Iman sambil belajar perdamaian dari keindahan alam ciptaan Tuhan.

Segala persiapan dilakukan untuk mengikuti kegiatan ini, semua dipersiapkan sedemikian rupa agar kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Peserta yang mengikuti Interfaith Trekking Trips ini terdiri dari 22 orang ditambah dengan 4 orang Tour Guide yang siap mendampingi para peserta selama pendakian berlangsung.

Untuk sampai ke tempat pendakian, peserta dibagi dalam beberapa rombongan. Rombongan pertama adalah mereka yang berangkat bersama dari rumah Ust. Ahmad Nurcholish, dan rombongan lainnya adalah mereka yang berangkat bersama dari Rumah Perdamaian.

Bagi mereka yang berangkat dari kediaman Ust. Ahmad Nurcholis harus berangkat lebih dahulu, yaitu sehari sebelum kegiatan Interfaith Trekking Trips berlangsung, peserta diajak untuk menginap semalam sebelum memulai Peace Trekking ke Curug Lewi Hejo esok hari.

Para peserta yang berkumpul di rumah Ust. Ahmad Nurcholish beristirahat untuk bisa mengumpulkan tenaga yang akan dipakai esok hari. Mereka yang berangkat dari Rumah Perdamaian harus bersiap jam 5 pagi untuk berkumpul dan berangkat bersama menuju titik kumpul pertama yaitu di JungleLand Sentul. 

Rombongan pertama berkumpul di rumah Ust. Ahmad Nurcholish, sehari sebelum kegiatan Interfaith Trekking Trips dimulai. Teman-teman peserta kumpul bersama mempersiapkan diri untuk kegiatan esok hari. Pagi, sekitar jam 5.45 WIB rombongan pertama berangkat menuju JungleLand Sentul untuk bertemu dengan rombongan lainnya.

Rombongan berangkat menggunakan 2 mobil yang sudah disediakan. Perjalanan dari kediaman Ust. Ahmad Nurcholish memakan waktu sekitar 45 menit untuk bisa sampai ke titik kumpul pertama. Sesuai namanya, rombongan pertama menjadi rombongan yang dahulu sampai dibanding dengan rombongan lainnya.

Sembari menunggu, rombongan melakukan foto bersama dan sarapan sambil mengisi perut dan menghabiskan waktu. Panitia kemudian memberikan wristband/tiket gelang sebagai tanda yang harus kami pakai selama pendakian. 

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya rombongan pun lengkap. Waktu menunjukan hampir pukul 8 pagi dan rombongan berangkat menuju start area trekking yang dipandu oleh tour guide yang sudah siap mengantarkan dan menemani peserta selama kegiatan berlangsung.

Sesampainya, kendaraan yang digunakan rombongan diparkirkan rapih di area parkir. Kemudian peserta berkumpul sebelum trekking dilakukan. Dibuka dengan doa dan kemudian dilanjutkan dengan streching untuk menghindarkan cedera atau hal lain yang mengganggu.

Baca Juga: Anjangsana ke Parmalim, Belajar Setia dengan Tulus

Tour guide nya asik dan seru, setelah melakukan streching, para peserta diajak bermain beberapa games untuk menguji ketangkasan dan fokus. Pada akhirnya ditutup dengan pembagian kelompok, rombongan dibagi menjadi 3 bagian kelompok yang dipimpin satu tour guide per kelompoknya. Selain tour guide yang siap menemani peserta, tersedia juga satu orang kameramen yang siap menangkap setiap momen yang terjadi selama pendakian.

Proses pendakian pun berlangsung. Pertama, peserta melewati pemukiman warga yang ramai namun tentram. Para peserta menyapa warga yang mereka lewati, ramahnya para penduduk membuat suasana pendakian semakin terasa. Setelah pemukiman warga, kami dihadapkan dengan melewati pesawahan warga.

Nampaknya, sawah-sawah yang kami lewati akan mendekati masa panen, sawah terbentang hijau. Dari kejauhan kami melihat luasnya alam ciptaan Tuhan yang sangat indah. Ada gunung, pepohonan, dan pesawahan hijau yang menyejukkan mata. Beberapa peserta harus melewati sungai yang membasahi sepatu dan celana panjang yang mereka pakai.

Beruntung mereka yang menggunakan sendal gunung dan celana pendek. Tidak lupa juga, ketika ada spot untuk berfoto maka para peserta antusias memberikan pose terbaik mereka ke depan kamera. 

Jarak tempuh yang peserta lewati kurang lebih 7 km dan menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam pulang pergi. Lelahnya perjalanan terbayarkan dengan keindahan alam yang bisa dinikmati. Semua momen tertangkap baik di kamera dan menjadi memori yang indah untuk dikenang.

Di sela-sela pendakian, para peserta beristirahat untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan. Daun pisang menjadi piring yang digunakan, ini membuat nuansa kebersamaan semakin terasa. Disini juga para peserta saling berkenalan satu dengan yang lain yang membuat tujuan awal dari Interfaith Peace Trekking ini terwujud. Setelah melakukan makan bersama dan keakraban, para peserta bersama turun untuk kembali ke area start, berisitirahat untuk bersiap kembali pulang.     

 

Oleh: Nicholas Banjarnahor Mahasiswa Filsafat dan Teologi STFT Jakarta        

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed