by

Beberapa Penyebab Cyber Harasshment dan Giat Melawannya

Oleh: Rexy Aprilyandi

Pencegahan buli dan kekerasan cyber dapat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi, sebelum masuk ke pembahasan. Apa itu Teknologi Informasi dan Komunikasi? Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Dalam arti luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Sedangkan dalam artian terpisah, Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau ilmu pengetahuan terapan. Lalu Informasi merupakan penerangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu, dan komunikasi adalah pengiriman atau penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) mirip dengan Teknologi Informasi (TI) tetapi fokus utama TIK pada teknologi komunikasi, seperti internet, jaringan nirkabel, telepon seluler, dan media komunikasi lainnya.

Contoh teknologi informasi dan komunikasi adalah:

  1. Komputer;
  2. Internet (situs web, blog, dan email);
  3. Teknologi siaran langsung (radio, televisi, dan webcasting);
  4. Teknologi penyiaran yang direkam (podcast), pemutar audio dan video, dan perangkat penyimpanan);
  5. Telepon (telepon kabel, telepon seluler, satelit, visio atau konferensi video);
  6. Dan lain-lain.

Lalu, pengertian buli atau perundungan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat terjadi secara sadar maupun tidak sadar oleh seseorang. Perilaku bullying terbagi menjadi dua macam. Ada buli fisik dan juga ada buli non-fisik. Perilaku buli secara fisik adalah perilaku buli yang menyerang atau mengancam melibatkan kontak fisik terhadap individu. Dan perilaku buli secara non-fisik adalah perilaku yang menyerang atau mengancam dengan cara verbal atau lisan.

Baca Juga: Cyber Law dan Cyberbullying

Kekerasan siber atau  cyber harassment. Cyber harassment ini sebenarnya sudah menjadi isu sejak semakin pesatnya penggunaan internet. Dan kebanyakan korban merupakan perempuan. Cyber harassment merupakan suatu tindakan yang menggambarkan bagaimana orang yang terus-menerus mengejar orang lain secara online dengan maksud menakut-nakuti atau mempermalukan korban. Biasanya dilakukan dengan mempermalukan korban dan bermaksud untuk memberi korban pelajaran atau meminta informasi pribadi dari korban. Para pelaku cyber harassment ini umumnya ingin balas dendam.

Pelaku buli biasanya adalah para remaja. remaja adalah adalah merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa. Mereka pada tahap mencari jati diri, membuat mereka dapat melakukan hal yang menyimpang terutama buli. Berikut merupakan alasan kenapa seseorang melakukan buli.

  1. Masalah pribadi

Biasanya pelaku berasal dari keluarga yang kurang harmonis, mereka kurang memperhatikan serta memberi kasih sayang dan terjadi kekerasan di rumah. Ini membuat seseorang memiliki sifat yang keras dan kurang rasa empati dan kasih sayang.

  1. Pernah Merasakan atau Melihat kekerasan

Seorang anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan, jadi jika terjadi kekerasan di sekitar, maka akan berpengaruh terhadap anak. Contohnya adalah, saat seseorang tertekan di dunia nyata maka ia akan melampiaskannya di dunia maya, ia akan menyerang orang lain.

  1. Mencari Perhatian

Seperti di poin pertama, seseorang yang kurang perhatian dari orang tua mereka, maka akan mencoba mencari perhatian diluar. Ia melakukan buli agar dirinya di perhatikan oleh orang orang sekitar.

  1. Lingkungan pertemanan

Perilaku bully terjadi ketika dilingkungan perteman memiliki perilaku yang buruk. Jika terjadi untuk waktu yang lama akan membuat seseorang berfikir jika berprilaku buruk adalah hal yang biasa

  1. Media

Media seperti media sosial, tv, dan media hiburan lainnya. Ssering menayangkan perilaku yang buruk. Membuat seseorang untuk tertarik mencoba hal tersebut.

Bagaimana TIK dapat menjadi media untuk mencegah perunndungan dan kekerasan siber( cyber harassment)?. Banyak strategi yang di berikan untuk mencegah buli dan kekerasan siber ( cyber harassment), salah satunya adalah strategi yang diberikan oleh kominfo, mereka memiliki strategi komprehensif dari hulu hingga ke hilir untuk mencegah perundungan. Mereka melakukan edukasi literasi digital yang bekerja sama dengan Indonesia child Online Protection (ID COP) dan Gernas Literasi Digital Siberkreasi. Lalu mereka melakukan pendampingan bekelanjutan bersama komunitas-komunitas lokal, dan terakhir melakukan penegakan hukum.

Kominfo juga melakukan literassu digital kepada masyarakat ( guru, orang tua, dan murid). Untuk mendukung literasi digital tersebut, kemkominfo melakukan pembinaan kepada komunnitas-komunitas lokal agar komunitas terserbut dapat melakukan pendampingan kepada guru, orang tua, maupun murid.

Serta media-media hiburan lainnya juga memberikan sebuah tayangan atau suatu media informasi tentang pembulian. Serta mereka juga membuat peraturan di platform sosial media maupun platform game, tentang cyber harassment dan buli. Walaupun masih banyak terjadi pembulian dan cyber harassment. Tim pengembang/ developer tetap berushaa untuk mengurangi tingat cyber buli dengan cara menambahkan fitur baru, panduan, dan cara untuk melaporkan penyalahgunaan secara online.

Selain melakukan pencegahan buli dan kekerasan siber(cyber harassment) melalui TIK. Pencegahan dapat di lakukan dengan cara:

  1. Pencegahan dari diri sendiri
  • Memahami tentang buli dan kekerasan siber
  • Bijak dalam memposting sesuatu di media sosial
  • Menjaga Privasi di Media Sosial
  • Teliti dalam mengirim pesan dan menerima pesan
  • Coba untuk tidak memposting hal-hal yang sensitif
  • Tetap mejaga sopan santun dan etika saat menggunakan sosial media

 

  1. Pencegahan dari orang tua
  • Orang tua dapat memberikan edukasi tentang bersosial media yang baik
  • Paham tentang platform yang digunakan anak
  • Mengawasi kegiatan anak
  • Memberikan batasan waktu untuk mengakses internet
  • Dan membuat diri sebagai teman anak dirumah

Dengan perkembangan zaman, semakin mudah untuk mengakses,menerima atau menyampaikan informasi menggunakan internet. Tapi karena penyalahgunaan, banyak digunakan untuk memberikan hujatan kebencian kepada orang yang tidak di sukai. Banyak orang tidak bijak dalam penggunaan media sosial. Hasilnya, banyak orang-orang yang tidak percaya terhadap publik dan lebih parah adalah melakukan bunuh diri akibat tekanan. Dalam kehidupan sosaial seseorang haru memiliki rasa kasih sayang dan empati terhadap sesama. Hal ini berguna untuk menciptakan lingkungan sosial yang baik.

Oleh: Rexy Aprilyandi, Siswa SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed