by

Bagaimana Sebaiknya Bersikap Pada Disabilitas

Kabar Damai | Selasa, 19 Juli 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Derajat atau cara pandang terhadap seseorang sejatinya tidak dilihat dari warna kulit, suku, agama atau bahkan kondisi fisik dan mental pada diri seseorang. Setiap orang diciptakan sebaik-baiknya sesuai versi dari sang pencipta sehingga kesetaraan seharusnya diberlakukan dalam proses kehidupan.

Anisa dan Fiki dalam kanal  Disabilitas Channel menjelaskan bagaimana seharusnya sikap dan perilaku yang sebaiknya dilakukan kepada teman disabilitas, keduanya adalah teman disabilitas yang mengelola kanal tersebut.

Anisa menyatakan bahwa saat ini sikap masyarakat terhadap disabilitas cenderung cuek serta tidak peduli. Menurutnya pula, masyarakat kerap menganggap bahwa disabilitas tidak dapat melakukan aktifitas apapun. Padahal, jika didalami banyak potensi yang dapat digali dari seorang disabilitas.

Sikap masyarakat seharusnya dapat lebih peduli pada disabilitas. Ia mencontohkan, ketika ada rapat Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) agar tetap mengajak disabilitas untuk tergabung dalam musyawarah atau urun rembuk yang dilakukan.

“Jangan anggap mereka itu berbeda, anggap saja semua masyarakat yang sama,” tuturnya.

Anisa berpesan kepada orang tua yang memiliki anak disabilitas agar jangan malu memiliki anak disabilitas. Sebaiknya, anak disabitas digali dengan sebaik mungkin potensinya dengan memasukkan pada sekolah yang sesuai dan tepat.

Sementara Fiki Bastian menuturkan, sebagai disabilitas, harus dapat hidup mandiri. Hal ini karena ketika seorang disabilitas tidak dapat mandiri dan tidak dapat melakukan aktifitas sendiri, maka menurut Fiki masyarakat akan menganggap tidak dapat melakukan apapun.

Baca Juga: Martabat Kemanusiaan: Islam dan Disabilitas

Dengan anggapan masyarakat yang demikian, berusahalah untuk menjadi mandiri dengan cara belajar, bersekolah atau mengikuti pendidikan khusus disabilitas agar dapat berorientasi pada masyarakat.

Fika menuturkan, apabila terdapat disabilitas disuatu lingkungan. Maka masyarakat sebaiknya mengajak untuk mengajak berkegiatan bersama sekalipun disabilitas tidak melakukan apapun.

“Ajaklah mereka, setidaknya mereka akan merasa bahwa mereka adalah bagian dari kalian,” tuturnya.

Lebih jauh, dalam konteks orang tua juga harusnya dapat mengerti mengenai disabilitas. Apabila terdapat orang tua yang memiliki anak disabitas tentang bagaimana harusnya bersikap dan menanggapi, menjaga, dan lain sebagainya.

Bagi disabilitas yang sudah dewasa dan berminat untuk masuk ke inklusi, menurut Fiki ada baiknya agar menyesuaikan dengan lingkungan yang tepat dan mendukung.

“Sekarang sudah banyak di Indonesia yang menerima inklusi dan baik-baik,” ujarnya.

Terakhir, Fiki dan Anisa menutup tayangannya dengan pesan ajakan agar masyarakat lebih tau tentang disabilitas. Hal ini supaya dapat mengetahui bagaimana pola perlakuan yang baik pada disabilitas itu sendiri.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed