by

Bagaimana Memahami Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa?

Kabar Damai  | Kamis, 8 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengandung makna bahwa semua aktivitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan Pancasila.

Adapun, menukil dari laman BPIP,  fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup adalah:

Pertama, pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Baik itu permasalahan yang terjadi di Indonesia atau bahkan di masyarakat dunia.

Baca Juga: Nilai Ketuhanan Sebagai Dasar Internalisasi Nilai Pancasila

Kedua, pancasila bisa menjadi cara untuk menyelesaikan persoalan budaya, sosial, ekonomi, dan politik agar negara kita semakin maju..

Ketiga, warga negara Indonesia jadi memiliki acuan untuk membangun dirinya berdasarkan apa yang menjadi cita-cita bangsa.

Keempat, pancasila sebagai pandangan hidup bisa mempersatukan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Pancasila harus dijadikan sebagai pandangan hidup oleh seluruh warga negara Indonesia.

Pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa akan dibagi dalam masing-masing butir pancasila sebagai berikut:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa

Sila pertama ini mengartikan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia mempercayai dan bertakwa pada Tuhan, yang disesuaikan dengan agama dan kepercayaan yang dimiliki oleh masing-masing orang.

Karena itu makna dari sila ini juga berarti kita perlu saling menghormati antar umat beragama sehingga tercipta kehidupan yang rukun.

  1. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua ini kita sebagai warga negara diminta untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama, sehingga kita harus saling menyayangi satu sama lain.

Kita juga harus saling menjaga dan membantu sesama, membela kebenaran dan keadilan, dan bekerjasama untuk kedamaian negara kita.

  1. Persatuan Indonesia

Sila ketiga berarti kita harus menempatkan kesatuan, persatuan, dan kepentingan negara dari kepentingan masing-masing.

Kita harus mempunyai kepribadian yang rela berkorban demi negara Indonesia, mencintai bangsa Indonesia dan tanah air, serta bangga pada negara.

  1. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila keempat ini mengajak kita untuk tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain dan mengutamakan kepentingan negara dan orang lain.

Terkadang kita akan menemukan perbedaan pendapat dan cara pandang. Namun, kita harus menyelesaikannya dengan cara bermusyawarah atau berdiskusi.

  1. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna dari sila ini berarti mengembangkan perbuatan luhur dengan cara kekeluargaan dan gotong royong, selalu bersikap adil.

Selain itu kita harus seimbang antara hak dan kewajiban dengan juga menghormati hak-hak orang lain.

Pancasila Sebagai Perekat Bangsa

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 lalu, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai perekat bangsa.

“Jadikan Pancasila sebagai perekat dan ideologi bangsa kita karena ini paling cocok untuk bangsa Indonesia yang berada dalam keberagaman suku agama, ras, adat istiadat, budaya, bahasa, dan sebagainya,” ujarnya di Pangkalpinang, Selasa (1/6), dikutip dari carapandang.com (1/6).

Anang mengatakan dengan modal nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan perangkat lainnya, maka dapat menyatukan seluruh warga yang berbeda-beda latar belakang.

“Di Bangka Belitung terdiri dari berbagai macam suku ras, adat, budaya, bahasa, dan agama, walaupun mayoritas masyarakat melayu Bangka, tetapi masih ada percik-percik yang lain, jadikan ini suatu pelajaran bagi kita bahwa keberagaman yang kita tata dan rawat dengan sebaik-baiknya akan membuat suasana akan nyaman dan damai,” katanya.

Dia mengatakan saat ini di provinsi lain masih ada gejala-gejala berkaitan dengan masalah keberagaman, namun hal ini jangan sampai terjadi di Bangka Belitung.

“Keberagaman ini, keniscayaan, kenyataan yang harus kita hadapi. Tetapi persatuan dan kesatuan tidak boleh kita tinggalkan. Keberagamaan bukan berarti menjadi perpecahan, tetapi justru menjadi warna keindahan dan harus disatukan,” ujarnya. [bpip/carapandang[

 

Editor: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed