by

Asrorun Niam: Zakat Fitrah 2021, Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Kabar Damai I Rabu, 21 April 2021

 

Jakarta I kabardamai.id I Umat muslim yang menjalankan ibadah berpuasa Ramadhan  wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah karena ibadah puasa seorang hamba tidak akan sempurna dan diterima Allah swt, kecuali disempurnakan dengan membayar zakat fitrah.

Di masa pandemi covid-19 ibadah puasa menjadi terasa berbeda daripada ibadah puasa biasanya. Bukan hanya di Indonesia semua umat muslim dunia juga merasakan hal yang sama.  Dampak Covid-19 sangat dirasakan di seluruh lini kehidupan, terutama bagi pekerja lepas, harian, karyawan, maupun guru.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang berpendapat bahwa akan ada banyak orang miskin bermunculan imbas dari pandemi.

“Orang yang berada di golongan hampir miskin terjun ke dalam garis kemiskinan sebagai imbas pandemi yang diperkirakan berjumlah 67 juta jiwa,“ ujarnya dilansir dari pikiran rakyat, Selasa, 20 April 2021.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menganjurkan agar ibadah zakat fitrah ditunaikan pada awal bulan Ramadhan. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan umat Muslim sekali dalam setahun. Pada prinsipnya, zakat fitrah mesti ditunaikan sebelum salat Idul Fitri dilakukan. Biasanya, zakat fitrah ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga : Yudhi Latief: Puasa Jadi Landasan dalam Etika dan Moralitas

Asrorun Niam menganjurkan agar pada Ramadhan tahun ini zakat fitrah segera ditunaikan demi membantu masyarakat yang terdampak akibat covid-19.

“Ini (zakat fitrah) bisa dilakukan pada awal Ramadhan untuk mengoptimalkan nilai manfaat dari zakat itu sendiri yakni meringankan beban mustahik (penerima zakat), apalagi mereka yang terdampak Covid-19,” ujar Asrorun Niam dikutip  dari Antara News.

MUI berharap zakat fitrah pada bulan Ramadhan tahun ini bisa dijadikan ajang partisipasi masyarakat dalam penanggulangan krisis akibat Covid-19.

“Tanggung jawab mewujudkan kesadaran publik dalam penanganan Covid-19 menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Zakat fitrah dimaknai sebagai pembersih jiwa orang yang berpuasa dari perbuatan dan ucapan yang tidak dibenarkan dalam syariat. Untuk menyucikan dari perbuatan tersebut, maka umat Islam diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah. Kewajiban zakat fitrah dibebankan kepada orang Islam yang hamba dan orang Islam yang merdeka laki-laki mau pun perempuan.

Kewajiban di bulan Ramadhan bagi umat Islam selain berpuasa adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah ditunaikan bertujuan untuk mensucikan jiwa dan harta di bulan Ramadhan (QS. At Taubah ayat 103), juga sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang tidak mampu untuk dapat merayakan hari raya bersama.

Sebagaimana sabda Rasulullah: “Dari Ibnu Abbas ra berkata; Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah karena dengan zakat menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan ucapan kotor  serta untuk memberikan makanan orang miskin. Maka barang siapa yang mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat id, maka itulah zakat fitrah yang terkabul dan barang siapa membayar zakat fitrah setelah shalat id maka itu termasuk shadaqah”.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Sumber: Pikiran Rakyat I Suara.com I Antara News

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed