by

Apresiasi Siswa SMAN 1 Pontianak Terhadap Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

-Kabar Utama-126 views

Kabar Damai | Senin, 16 Mei 2022

Pontianak I Kabardamai.id I Cita-cita mengembalikan fitrah pendidikan layaknya yang dikembangkan oleh bapak pendidikan Ki Hadjar Dewantara tengah dilakukan seiring dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud saat ini. SMAN 1 Pontianak merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan mandate untuk melaksanakan kurikulum ini terlebih dahulu sebelum diterapkan dilebih banyak sekolah nantinya.

Walaupun tergolong baru, namun praktik baik penerapan kurikulum ini turut diapresiasi oleh sekolah melalui berbagai aksi dan aktifitas yang diselenggarakan. Apresiasi juga turut diungkapkan oleh para siswa-siswinya yang merasa praktik baik ini turut membantunya dalam meningkatkan kreatifitas serta elemen penguatan profil pancasila lainnya.

Ditemui bersamaan dengan kegiatan pameran penerapan profil pelajar pancasila di sekolahnya. Vindra Fahrevi dan Putri Noorfia, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak memberikan tanggapannya perihal pelaksanaan proyek dan juga kurikulum merdeka belajar.

Perihal pelaksanaan proyek yang telah sampai pada batch ketiga, khususnya pada tema kearidan lokal, Vindra mengungkapkan bahwa dengan adanya proyek penguatan profil pelajar pancasila dapat membuat siswa-siswi khususnya SMAN 1 Pontianak memahami tentang keanekaragaman yang ada disekitar serta juga dapat mengetahui bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan alat dan bahan yang ada disekitar sehingga menjadi barang yang berguna.

Hal serupa diungkapkan oleh Putri, menurutnya proyek ketiga ini sangat membantu siswa dalam mengetahui dan mengenal lebih dalam tentang kearifan lokal yang ada disekitar dan didaerahnya, siswa juga dapat mengembangkan dan mengolah bahan yang ada dengan nilai guna dan nilai jual yang lebih.

Baca Juga: Hardiknas 2022: Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar

Lebih jau, Vindra juga menyatakan bahwa pameran dari hasil proyek yang telah sampai pada batch ketiga memberikan dampak baik bagi siswa-siswi yang ada.

“Sebenarnya memang saya masih merasa asing karena pengauatan profil pelajar pancasila ini adalah hal baru dan sebelumnya jarang bahkan belum didapatkan pada jenjang pendidikan sebelumnya, namun dengan adanya penguatan profil pelajar pancasila melalui proyek-proyeknya kemudian dapat memperoleh nilai-nilai baik seperti bekerjasama antar teman pula,” ungkapnya.

Begitupula Putri yang menyatakan bahwa walaupun baru, dengan adanya proyek-proyek ini dapat meningkatkan bakat dan kreatifitas serta bekerjasama dengan sesama teman dalam prosesnya. Tentu menjadi praktik yang baik dalam proses pendidikan.

Menurut Puri pula, penerapan sekolah penggerak sejauh ini penerapannya terutama di SMAN 1 Pontianak sudah berjalan dengan baik, apalagi dikurikulum ini membebaskan siswa dan siswinya untuk mendapatkan informasi pembelajaran dari berbagai sumber dan menerapkannya sesuai dengan minat masing-masing. Siswa lebih bebas dalam menentukan metode yang dapat dipilih untuk belajar sehari-hari.

Vindra berharap bahwa kedepan, pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar dan berbagai kegiatan yang ada didalamnya dapat ditingkatkan sehingga lebih baik dalam implementasinya.

“Harapan saya supaya lebih terstruktur dan lebih terorganisir dengan lebih baik, walaupun praktiknya sudah baik namun peningkatan dan perbaikan juga evaluasi tetap harus dilakukan supaya penerapan kedepan lebih maksimal,” tuturnya.

Begitupun Putri yang berharap perlu banyak pengenalan lebih jauh dan mendalam kepada siswa yang ada karena masih banyak yang baru memperoleh sistem seperti ini sehingga masih dalam adaptasi dengan adanya proyek yang ada.

“Kedepan semoga proyek-proyeknya dapat lebih dieksplore agar lebih berkembang dengan lebih baik pula,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed