by

Amalan untuk Mendapatkan Lailatul Qadar

Kabar Damai, 06 Mei 2021

JakartaI Kabardamai,id I Malam terakhir dalam bulan Ramadhan atau malam Lailatul Qadar merupakan upaya penyempurnaan setiap amal yang telah kita usahakan sejak awal mula bertemu dengan bulan Ramadhan.

Banyak dari umat Islam yang berbondong-bondong untuk meraih keberkahan pahala di dalamnya. Mereka insan yang beriman tidak akan meninggalkan momentum emas yang diberikan Allah di penghujung akhir malam yang agung itu.

Kala itu, serpihan cahaya yang Allah berikan ditaburkan dalam setiap gelap gulita malam yang menyelimuti bumi. Kemuliaan-Nya menutup bumi serta isinya menjadi sebongkah cahaya yang bahkan lebih terang dari pada seribu bulan. Para malaikat diperintahkan untuk turun ke bumi mencatat mereka yang mendirikan ibadah dalam bentangan sajadahnya.

Kesempatan berharga mesti tak boleh dilepas sedikit pun dari pandangan seorang muslim. Beberapa amalan yang dianjurkan saat itu ditekuni sedemikian rupa demi meraih setiap kemuliaan.

Kendati demikian, saking mulianya malam tersebut ternyata jarang dijumpai secara kejadian fisik oleh kebanyakan orang. Bahkan disunnahkan untuk tidak memberitahukannya kepada siapapun apabila menjumpai kejadian di malam tersebut.

Baca Juga: Serba-Serbi Zakat Fitrah yang Perlu Kamu Tahu

Dikutip dari nu.or.id, seorang tokoh muslim Maroko bernama Syekh Abil Fadl al-Ghumari memberikan pendapat dalam kitab karangannya Ghayatul Ihsan fi Fadhli Syahri Ramadlan mengenai perjumpaan dengan Lailatul Qadar, ia mengatakan disunnahkannya menyimpan ataupun tidak memberi tahu tentang kejadian di malam tersebut. Bahkan Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk tidak memberitahukan perihal kejadian Lailatul Qadar.

Pentingnya Ibadah Malam Lailatul Qadar

Tetapi perlu diingat juga, kewajiban memperbanyak ibadah di malam Lailatul Qadar bukan hanya sebatas menggapai kemuliaan dan rahmat dari Allah. Lebih dari itu, ada banyak kepentingan lain. Salah satunya ialah ditentukannya setiap perkara kehidupan manusia seperti ajal, jodoh, rezeki, dan lainnya sebagaimana yang dikutip dari kitab Tafsir Mafathul Ghoib karangan Imam Fakhruddin ar-Razi.

Malam ini sangat penuh dengan kerahasiaan di setiap tanggal penentuannya, bahkan dalam kejadian di dalamnya tidak semua orang mampu bertemu dengannya. Keistimewaan malam ini menjadi penyebab utama sempurna amalan manusia selama ia bercocok tanam di bulan Ramadhan. Ikhlas menjadi hal penentu pelaksana manusia untuk mengabdikan diri kepada Tuhannya.

Zamakhsyari dalam kitab Kasysyaf yang ia tulis menjelaskan bahwa andai Lailatul Qadar sudah ditentukan setiap tanggalnya oleh Allah, niscaya umat Islam akan meninggalkan malam-malam lainnya di bulan Ramadhan dan akan memfokuskan ibadahnya di malam yang sudah ditentukan tersebut. Apabila hal demikian terjadi, maka tidak ada bedanya antara mereka yang tekun ibadah sepanjang malam dengan mereka yang ibadah kala itu saja.

Pengabdian hamba saat itu diuji validitasnya antara mereka yang dengan tulus beribadah kepada tuannya, serta mereka yang benar-benar mengharapkan imbalan yang sudah dijanjikan.

Sudah seharusnya seorang hamba membayar segala nikmat yang telah diberikan tuannya dengan penuh kerelaan hati dan lapang dada tanpa berharap hal-hal bernilai materi sedikitpun. Itu membuktikan bahwa mereka yang tulus kala itu dapat dikatakan sebagai hamba yang benar-benar saleh.

Ada sepuluh amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, yaitu :

Membaca Alquran

Dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran karena pada setiap ayat yang dibaca dari Alquran memiliki nilai kebaikan yang berlipat ganda. (HR. At-Tirmidzi).

Mendirikan Sholat Sunnah Qiyamul Lail

Sholat Sunnah Qiyamul Lail merupakan amalan yang dianjurkan. Keutamaan dari salat sunnah ini tak perlu diragukan, bahkan Allah akan senantiasa menjaga orang yang mendirikan ibadah ini. (Q.S. Al-Muzammil: 1-3)

Berdzikir dan Beristigfar

Memperbanyak dzikir dan istigfar sebagai salah satu bentuk pujian terhadap keagungan Allah serta memohon ampun atas segal dosa yang sudah kita perbuat selama di dunia. (Q.S. Al-Ahzab: 41-42)

I’tikaf

Ibadah satu ini juga merupakan salah satu kebaikan di akhir Ramadhan. Karena dalam I’tikaf senantiasa membuat ketenangan dalam diri dan hati untuk lebih dekat kepada Allah. (HR. Bukhori Muslim)

Bersedekah Kepada Sesama

Allah sangat menyukai hamba-Nya yang saling menolong terhadap sesame, terutama bersedekah. Ibadah ini dianjurkan sebab menjadikan keberkahan harta yang dimiliki oleh umat manusia. (HR. Muslim)

Banyak Bersholawat Kepada Nabi

Setiap satu shalawat yang kita baca akan dibalas sepuluh kali lipat shalawat oleh Allah. Amalan ini juga membantu kita mendapat syafa’at di yaumil akhir nanti. (HR. Muslim)

 

Sumber: nu.or.id, Kitab Shahih Muslim, Kitab Shahih Bukhari

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed