by

Ajaran Katolik yang Menjaga Kelestarian Alam

Kabar Damai | Kamis, 26 Mei 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Setiap agama selalu mengajarkan kebaikan, tidak hanya pada sesama manusia namun juga  semua makhluk bahkan yang berhubungan dengan alam dan seisinya. Suster Maryati dalam kanal Gusdurian TV menjelaskan bagaimana Katolik mengimplementasikan ajaran agamanya dalam rangka menjaga kelestarian alam yang ada.

Ia memaparkan bahwa sejak awal dunia dijadikan, Tuhan memerintahkan kepada manusia dengan setelah semua yang dibutuhkan manusia diciptakan lalu manusia diberi kepercayaan rekan kerja Tuhan Allah dalam menjaga dna melestarikan serta merawat, menguasai, mengembangkan dan sebagainya untuk alam yang ada di bumi.

Ia juga menjelaskan dalam ensiklik Paus Fransiskus salah satunya menjelaskan bumi sebagai rumah kita bersama, terkait dengan hal ini, ujar Suster Maryati membaca ensiklik tersebut, ‘ saya ingin agar orang-orang bertanggungjawab dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi, dan semua pria dan wanita yang berkemauan baik menjadi pelindung ciptaan-Nya, pelindung rencana Allah yang tertulis dialam, pelindung satu sama lain dan pelindung lingkungan hidup,”.

Dalam mewujudkan ajaran dan himbauan dari Paus, kongregasi CB membentuk tim KPKC. Dengan tim ini, adalah gerakan bersama untuk menciptakan rumah CB sebagai komunitas yang ramah lingkungan.

Baca Juga: 16 Mahasiswa Katolik Masuk Final LKTI Moderasi Beragama

Sehingga CB mempunyai kriteria dan ciri sebagai rumah komunitas yang ramah lingkungan, satu diantaranya dengan adanya tempat sampan dengan pemilahan yang hampir semua CB karya atau komunitas memilikinya.

“Sudah ada tim, lalu tim menyusun dan menggali dari dokumen suci, dokumen gereja, dokumen kongregasi dan disusun satu materi yang sesuai dengan semangat CB dan lalu dibantu untuk langkah kongkretnya,” jelasnya.

Tantangan tentu banyak, misalnya dalam rangka berkomitmen yang biasanya juga terdapat dilema didalamnya. Namun, bagi Suster Maryati, dalam rangka implementasi ini yang paling menantang ialah tentang kesetiaan dan komitmen dalam mengembangkan gerakan cinta lingkungan.

“Terkadang ada semacam perasaan enggan repot, belum tentu didukung, alasan kegiatan lain dan sebagainya. Itu semua sebenarnya adalah alasan yang dibuat-buat,” kata dia.

Ia juga menuturkan bahwa dalam proses implementasi ini, ia mengalami kendala berupa sulitnya mengajak sekeliling. Biasanya dilakukan dengan membuat terlebih dahulu apa yang dapat diperbuat, lalu siapapun yang datang ditawari agar lebih faham. Darisana, harapan untuk tumbuh kesadaran untuk membuat gerakan untuk lingkungan menjadi hijau dan bersih serta dapat menghasilkan.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed