by

Halili Hasan: Walikota Bogor, Malang dan Salatiga Tunjukan Gerak Maju Kepemimpinan Toleransi

Kabar Damai I Rabu, 14 April 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Halili Hasan selaku Direktur Riset Setara Institute,  mengungkapkan risetnya megenai sejumlah walikota ynag mengedepankan gaya kepemimpinan toleransi.

Dilansir dari tempo.co, Halili memberikan keterangan, “Mengemuka semangat pemerintah kota untuk memerbaiki potret buram intoleransi, melalui inisiatif dan arah kebijakan kota-kota yang kondusif bagi pemajuan toleransi,” tutur Halili, Selasa, 13 April 2021.

Bima Arya Walikota Bogor, disebut Haili sebagai salah satu walikota yang secara tersirat ingin berusaha mengembalikan Kembali Bogor menjadi kota yang toleran. Upaya itu diwujudkan oleh Haili dengan mengadakan kegiatan-kegiatan toleran seperti pelaksaaan cap go meh, natal dan perayaan hari besar lainnya yang menunjukan toleransi.

Tak jauh berbeda dengan Bima Arya, Sutiaji selaku walikota Malang juga masuk kedalam kepala daerah yang ingin mewujudkan kota toleran dengan berasaskan agama dan menjunjung tinggi keberpihakan masyarakat dan gender.

“Menariknya, inisiatif-inisiatif yang dilakukan Walikota Malang tersebut tetap menghargai kebebasan berpikir dan berpendapat dari masyarakatnya, sehingga tidak dilakukan dengan cara-cara yang represif,” lanjut Haili.

 

Baca Juga : Mengapa Intoleransi, Diskriminasi dan Kekerasan Atas Nama Agama Dilarang?

 

Selanjutnya Ramdhan Pomanto yang merupakan Walikota Makassar juga menunjukan sikap kepemimpinan toleran. Terutama setelah kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Karena kasus tersebut jugalah, Ramdhan memfokuskan diri untuk selalu waspada dengan memobilisasi organisasi yang sudah eksistesi tetapi belum optimal. Salah satunya adlah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Terakhir Wali Kota Salatiga Yuliyanto, “Praktik dan pemajuan toleransi membutuhkan political will dan kepemimpinan yang kuat. Salatiga sudah membuktikan, paling tidak dengan pencapaian sebagai kota dengan skor toleransi tertinggi menurut Indeks Kota Toleran tahun 2020,” kata Halili.

Menurut Halili, Wali Kota Salatiga selalu berusaha mengedepankan inisiatif dalam agenda tpleransi untuk dosebarluaskan ke seluruh bagain di pemerintahan Indonesia. Karena menurutnya yang paling utama adalah kepemimpinan.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Sumber: Tempo.co

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed