by

21 tahun ICRP: Agama dan Kedamaian

Oleh: Prof. Dr. Philip K. Widjaja

Pertama-tama, mewakili Pimpinan Pusat Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia), ijinkan saya menyampaikan selamat kepada para Pendiri, Pembina, Pengawas dan seluruh jajaran Pengurus ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) yang kita cintai bersama, telah merayakan usia keduapuluhsatu tahun perjalanan organisasinya dengan sukses dan terus berkembang.

Dalam perjalanan ini, kami paham bahwa banyak sekali rintangan, butuh kesungguhan dan ketangguhan hati serta niat yang tulus untuk berbuat, hal ini tidaklah mudah. Namun, dukungan dari para Pendiri, Pembina dan Pengawas yang memiliki wawasan dan pengalaman yang mendalam, serta kapasitas luar biasa para pengurus yang rata-rata saya kenal cukup lama dan sering dalam tugas yang sama didalam dan luar negeri, membuat semua impian dan cita-cita itu menjadi bhakti kemanusiaan yang nyata.

Baca Juga: Kunjungi ICRP, Majelis Rakyat Papua Ungkap Gus Dur Sosok Pemimpin yang Merangkul Bumi Cendrawasih

Selama bertahun-tahun, saya menyaksikan bahwa ICRP telah memberikan kontribusi yang berkualitas dan berbobot pada kerukunan beragama dan kedamaian bermasyarakat, memberi pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya saling paham, saling toleran, saling menghormati dan hidup rukun dengan menjunjung tinggi falsafah Bhinneka Tunggal Ika yang merekatkan kita semua menjadi satu kekuatan, membangun negeri ini untuk semakin maju dan membawa kesejahteraan dan keadilan bagi kita semua.

Kedepan, saya yakin bahwa jalan masih sangat lapang dan banyak ruangan yang dapat ICRP kembangkan, sesuai dengan cita-cita awal bahwa multi-kulturalis dan pluralis perlu ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, melalui kemahaman yang baik ajaran agama dan niat yg baik untuk hidup bersama seluruh elemen bangsa tanpa membedakan gender, agama dan suku.

Saya juga melihat perkembangan ICRP bukan saja bertahan ditingkat dialog, namun sudah lebih nyata turun kelapisan masyarakat luas untuk melakukan advokasi dan memahami masalah-masalah yang terjadi diakar rumput, dengan demikian, selain terbentuk network yang luas dan berakar kokoh, juga dapat mencarikan pemecahan masalah yang lebih tepat sasaran, serta tidak merusak kearifan lokal yang ada.

Semoga ICRP dapat menggandeng makin banyak organisasi untuk berkolaborasi, bekerjasama dan bersinergi, dengan tujuan yang sama, yaitu kerukunan dan kedamaian umat beragama. Semoga ICRP makin sukses dan berjaya, makin membawakan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Plt Ketua Umum PP. PERMABUDHI (Persatuan Umat Buddha Indonesia), Presidium IRC (Inter Religious Council – Indonesia Chapter), Executive Committee ACRP (Asian Conference of Religions for Peace)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed